Barcelona Kembali Jatuh Ke Bumi Di Riazor

Luis Enrique melakukan beberapa perubahan pada tim yang berhasil mengalahkan PSG di UEFA Champions League dan ternyata perubahan tersebut berakhir dengan bencana.

Starting eleven yang diturunkan Barcelona ketika menghadapi PSG mungkin mencetakan rekor sebagai comeback terbaik di sejarah sepakbola akan tetapi 4 hari kemudian, perubahan pemain yang diambil oleh Barcelona membuat Barcelona harus menelan pil pahit karena dikalahkan oleh Deportio La Coruna yang berada di papan bawah klasemen.

Pada pertandingan ini, Barcelona melanjutkan formasi 3-4-3 akan tetapi kali ini dengna Jordi Alba yang diplot sebagai bek tengah sebelah kiri yang pada pertandingan melawan PSG diisi oleh Sameul Umtiti. Absenya pemain bertahan Perancis tersebut ternyata memberikan efek yang besar karena sepanjang pemain tersebut bermian, Blaurgana selalu memetik kemenangan.

Absen nya pemain tersebut cukup berefek karena gol pertama Super Depor seharusnya dapat di cegah jika Umtiti yang bermain. Gol kemenangan Super Depor yang dicetak oleh Alex Bergantinos seharusnya juga dapat dicegah karena Bergantinos berhasil melompat diatas Alba untuk menyundul bola ke sudut gawang. Kembali, Umtiti yang memiliki postur yang lebih tinggi memiliki peluang lebih besar untuk mencegahnya.
Barcelona Kembali Jatuh Ke Bumi Di Riazor
Lebih jauh, Andre GOmes yang bermain dari menit awal ini juga tidak menunjukan performa seperti yang dirinya tunjukan ketika bermain untuk Portugal musim panas lalu di Euro 2016. Barcelona terlihat sulit untuk mengembangkan permainan, Lionel Messi terlihat hanya menjadi figur pada pertandingan ini sedangkan Arda Turan yang menggantikan Neywmar tidak dapat bermain sebaik yang Neymar lakukan ketikan berhadapan dengan PSG.

Pemain lain yang menjadi sorotan adalah Denis Suarez yang bermain di sisi kanan gelandang tengah. Walaupun memberikan 1 assist untuk gol penyama kedudukan Luis Suarez akan tetapi setelah babak kedua dimulai, dirinya terlihat kesulitan untuk mengontrol lini tengah seperti yang dilakukan oleh Iniesta dan Rakitic.

Kedua gol yang dicetak Deportivo dalam waktu kurang dari 1 jam ini menjadi pukulan telak bagi Luis Enrique yang sangat membutuhkan kemenangan dari laga ini guna terus menekan Real Madrid dipuncak akan tetapi hal tersebut tidak tercermin di lapangan, daripada berkembang, El Barca justru berakhir takluk oleh sundulan Bergantinos 16 menit sebelum pertandingan berakhir.

Setelah gol Deportivo tersebut, Luis Enrique memasukan Paco Alcacer guna mencari gol penyeimbang kedudukan akan tetapi mantan penyerang Valencia tersebut yang hanya mencetak 3 gol semenjak tiba dari Valencia tetap mengecewakan untuk pemain yang telah menghabiskan 30 juta euro ketika didatangkan pada musim panas lalu.

Ini mungkin disebabkan dari efek kemenangan atas PSG pada Rabu lalu. Setelah pertandingan melawan PSG tersebut, akan menjadi sangat berat bagi pemain Barcelona untuk tetap menjaga mentalitas dan fisik mereka ketika harus berkunjung ke Deportivo terutama Super Depor mulai berubah ketika Pepe Mel ditunjuk menjadi pelatih.

Dengan Barcelona kembali bersaing di UEFA Champions League dan masih berjuang untuk memperoleh La Liga ditambah dengan final Copa Del Rey pada akhir musim ini, Enrique pastinya mengerti seberapa penting untuk melakukan rotasi pemain guna dapat tetap bersaing dalam tiga kompetisi tersebut.

Akan tetapi tentunya sangat menjengkelkan ketika tim inti Barcelona dapat membalikan prediksi banyak orang dan mengalahkan salah satu tim kuat Eropa seperti yang mereka lakukan pada Rabu lalu, para pemain cadangannya juga bermain jauh dibahwa standard. Jika hal ini terus berlanjut maka Barcelona akan akan membayar hal tersebut dengan mahal musim ini.

Zidane : Madrid Adalah Madrid

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane menyatakan bahwa timnya saat ini tidak lagi tergantung pada siapa pun dalam agen Sbobet perebutan gelar La Liga musim ini. Menurut Zidane, Sergio Ramos cs hanya perlu fokus pada permainan mereka snediri untuk dapat meraih gelar La Liga.

Zidane menyebutkan bahwa timnya tidak perlu mengantungkan nasib mereka kepada tim lain ataupun berharap tim rival yaitu Barcelona untuk terpeleset dalam meraih poin. “Madrid adalah Madrid. Kami tidak perlu bergantung pada tim manapun lagi. Kami tidak lagi bergantung pada siapa pun dan apa pun,” kata Zidane.

Kekalahan dari Valencia 2-1 di Mestalla kandang Valencia dan hasil imbang ketika berhadapan dengan Las Palmas sesungguhnya Judi Sbobet membuat peluang juara Real Madrid sedikit terancam. Ronaldo dan kawan-kawan memiliki tabungan 1 laga berada di posisi kedua klasemen sementara La Liga.

Walaupun tertinggal 1 poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen dengan 60 angka dari 26 laga, keuntungan memiliki simpanan 1 laga membuat Los Blancos dapat kembali kepuncak. Posisi Real Madrid saat ini sendiri juga terancam oleh Sevilla yang berada di posisi ke-6 yang memperoleh 75 poin dari 27 laga.

Jelang pertandingan melawan Real Betis di Santiago Bernabeu, Zidane menilai bahwa timnya masih merupakan kandidat terkuat untuk meraih gelar La Liga. Peluang Real Madrid untuk mendapatkan poin penuh sangat terbuka lebar ketika menghadapi Real Betis karena sepanjang musim ini El Real belum terkalahkan di Santiago Bernabeu.

“Kami akan coba untuk mempertahankan catatan ini dan berusaha untuk memperoleh setiap kemenangan yang dapat kami peroleh di kandang,” kata pelatih asal Perancis.

Terkait dengan komposisi timnya, Zidane kemungkinan akan menurunkan Alvaro Moratta walaupun Sbobet Mobile sempat mengalami cedera ringan pada saat latihan. “Moratta dapat tampik. Dirinya hanya mengalami memar, Pada akhirnya dirinya akan bermain pada minggu nanti,” kata Zidane.

Buktikan Kepada Madrid, Casillas Masih Termasuk Salah Satu Kiper Terbaik Di Dunia

Kiper senior Spanyol, Iker Casillas berhasil mencatatkan catatan impresif di semua kompetisi kasta tertinggi di Eropa yaitu kembali mencatatkan rekor clean sheet musim ini.

Usia mungkin tidak dapat berbohong jika Casillas telah berusia 35 tahun akan tetapi performa yang ditunjukan oleh legenda Real Madrid tersebut masih sangat baik karena berhasil masuk sebagai salah satu kiper yang memiliki performa terbaik di Eropa bersama dengan Manuel Neuer, Thibault Courtois dan Gianluigi Buffon.

Performa yang ditunjukan Casillas di FC Porto kembali menghembuskan kembali kesalahan Real Madrid yang terlalu cepat melepas salah satu sosok legenda ditengah performa kiper El Real, Keylor Navas yang membuat beberapa kesalahan.

Casillas bersama dengan FC Porto pada pertandingan lanjutan NOS Primeira Liga berhasil menang telak 7-0 ketika menghadapi tim Nacional pada Sabtu semalam. Kemenangan ini sempat menempatkan raksasa asal Portugal berada dipuncak klasemen, menyalip Benfica walaupun beberapa jam kemudian, Benfica kembali mengambil posisi tersebut.

Catatan manis yang dibukukan oleh Casillas pada pertandingan tersebut adalah clean sheet ke-15 dari 24 pertandingan liga sepanjang musim ini. Selain itu Casillas juga melanjutkan catatan hanya kebobolan 11 gol sepanjang musimn 2016-2017 ini.

Secara catatan tidak ada kiper di kasta tertinggi Eropa yang dapat menyamai pencapaian Iker Casillas walaupun NOS Primeira Liga sering dianggap dibawah liga top Eropa seperti La Liga, Premier League, Bundesliga ataupun Serie A.

Kiper yang paling dekat dengan catatan Casillas adalah Manuel Neuer dengan kebobolan 13 gol dari 23 pertandingan diikuti oleh kiper Villarreal, Sergio Aseno, legenda Juventus Gianluigi Buffon dan yang terakhir adalah Marc Andre ter Stegen yang bermain untuk Barcelona.

Keylor Navas sendiri sepanjang musim ini telah kebobolan 20 gol dari 18 pertandingan yang dimainkan. Catatan clean sheet yang dibukukan juga hanya mencapai 4 clean sheat. Jumlah tersebut bahkan tidak mencapai sepertiga yang dibukukan oleh Iker Casillas.